Berangkat pukul 02.00 WIB untuk sebuah kursi

Udara di Terminal Induk Giri Adipura, Wonogiri cukup panas, walau saat itu pukul 23.30 WIB. Bus-bus pengangkut pemudik mulai berdatangan di terminal terbesar di Wonogiri itu, Selasa (15/9) malam itu. Petugas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Wonogiri pun memantau kedatangan bus.

Enam petugas mengatur bus-bus yang masuk ke terminal. Pada malam itu, sekitar 80 Bus Hiba Utama tiba, membawa ratusan pemudik asal Wonogiri yang mengikuti program Laskar Mandiri Mudik Sidomuncul ke-20. Ada bus yang hanya berisi lima orang, namun ada juga yang masih penuh.

Ny Tini, juga warga Mento, mengaku sudah 18 tahun menggeluti usaha jamu seduh. Dia mengaku setiap hari, mendapatkan pemasukan bersih Rp 50.000 yang cukup untuk menghidupi keluarganya. ”Kami mudik berenam, berangkat dari Jakarta pukul 10.00 WIB. Balik ke Jakarta harus mencari bus sendiri karena tidak ada jemputan.”
Sedangkan Ny Sutini, warga Eromoko yang mudik bersama suami dan tiga anaknya, mengaku bukan penjual jamu. “Tapi kami punya kenalan dan tiket yang diperoleh diberikan ke kami. Jadi kami manfaatkan, lumayan, gratis.”
Karena baru kali pertama, Ny Sutini mengaku berangkat dari rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Hal itu dilakukan agar bisa mendapatkan kursi. “Saat saya datang sudah banyak penumpang yang naik dan duduk. Kami berlima harus berdiri karena semua kursi sudah terisi, namun kami tetap tidak mau turun karena kami yakin ada penumpang ”lain’ karena semua tiket sudah diberi nomor bus.” Upaya Ny Sutini ini berhasil. Dia akhirnya mendapatkan kursi.
Lain halnya dengan Ny Riyem, warga Pijilan RT 01/VI, Sukoharjo. Dia mengaku menjadi pedagang jamu sudah puluhan tahun. ”Saya sudah berkali-kali ikut program mudik gratis, namun baru kali pertama ini barang-barang saya hilang.”
Dia menuturkan, dari Jakarta, dia naik bus bernopol B 7383 PD dengan nomor lambung 184. “Sesampai di rumah makan di Indramayu, saya turun ke kamar kecil. Tapi saat kembali, bus sudah berangkat dan saya ikut bus di belakangnya. Dua kardus berisi oleh-oleh dan pakaian terbawa bus dan tidak ditemukan setelah saya cari.”
Seharusnya dia turun di Sukoharjo namun rela menunggu dua jam di Terminal Wonogiri untuk menunggu bus tersebut. Dia berharap penumpang yang menurunkan barang miliknya bisa menghubungi Ponsep No 085329046747. “Bagi mereka, barang itu mungkin tidak bermanfaat, namun bagi saya berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: