Bangga sekaligus prihatin hasil UN

Pengumuman hasil Ujian Nasional SMK/MA/SMA merupakan saat mendebarkan sekaligus dinantikan siswa maupun orangtua siswa. Pencapaian nilai sempurna yakni angka 10 untuk sejumlah mata pelajaran merupakan hal yang membanggakan. 

Pencapaian nilai mutlak itu diraih 137 siswa. Kendati demikian, dibandingkan tahun ajaran 2007/2008, siswa yang tidak lulus pada tahun ajaran 2008/2009 ini meningkat, dari 39 siswa menjadi 121 siswa. Berikut ngudarasa warga Wonogiri Selasa (16/6).

Sugiyono, 39, RT 02/RW XIV, Desa Pelem, Kelurahan Purwosari, Wonogiri.

Saya yakin pihak sekolah telah berupaya optimal untuk menyiapkan Ujian Nasional, dari memulai pelajaran lebih awal hingga les tambahan. Hasil kerja keras tersebut tidak sia-sia, sejumlah 137 siswa mendapatkan nilai sempurna untuk sejumlah mata pelajaran di antaranya matematika. Pencapaian tersebut merupakan hal yang membanggakan karena standar kelulusan setiap tahun terus ditingkatkan. Kendati demikian, pencapaian itu tidak lantas membuat siswa lupa diri karena mereka harus menempuh pendidikan lebih tinggi. Sementara itu, melonjaknya tingkat ketidaklulusan dipengaruhi pengawasan orangtua yang dinilai longgar. Jika di sekolah mereka dibimbing secara disiplin, tetapi di rumah mereka terbiasa bebas, hal tersebut mempengaruhi pola belajar siswa. Sehingga, peran orangtua sangat dominan untuk menunjang keberhasilan siswa.

Sarman, 38, warga RT 03/RW XIV, Dusun Logung, Desa Kerjo Lor, Ngadirojo, Wonogiri.

Pencapaian nilai mutlak yakni angka 10 pada hasil ujian siswa tersebut menggembirakan. Hal itu merupakan buah ketekunan siswa dan kerja keras pendidik tatkala menyiapkan mental maupun strategi ujian. Namun, ironisnya ketika sejumlah siswa mendapatkan nilai sempurna, seratusan siswa lainnya tidak lulus. Menurut saya, ada banyak faktor penyebab ketidaklulusan siswa tersebut. Di antaranya faktor lingkungan serta pengawasan orangtua. Dengan demikian, pihak sekolah serta orangtua siswa harus saling mendukung untuk menunjang prestasi siswa. Mengingat pengaruh teknologi yakni seperti handphone maupun siaran televisi yang tidak terkontrol bisa mempengaruhi proses pembelajaran siswa. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: