Dua kali upaya pencarian mata air Luweng Pace alami kegagalan

GIRITONTRO
Pencarian mata air di Luweng (gua vertikal) Pace, Bayemharjo, Giritontro terus dilanjutkan. Kendati telah dilakukan pencarian di dua titik, mata air tersebut belum ditemukan.

Menurut Kepala Dinas Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arso Utoro, proyek pencarian sumber mata air tersebut merupakan bantuan dari Dinas ESDM Provinsi Jateng.
Menurut dia, pencarian sumber air tersebut telah dilakukan di dua titik. Dia mengatakan, pengeboran pada lubang pertama mencapai kedalaman 12 meter namun belum membuahkan hasil.

“Berdasarkan informasi, pengeboran masih dilanjutkan ke titik ke tiga karena pengeboran di dua titik sebelumnya tidak membuahkan hasil,” ungkap dia ketika dijumpai wartawan, Senin (30/3), di Wonogiri.

Dia mengatakan, lubang pengeboran kedua berjarak kurang lebih enam meter dari lubang pertama. Pengeboran yang kedua, sambung dia, telah mencapai kedalaman 160 meter.

Kendati telah digali lebih dalam namun sumber air belum ditemukan.

“Pada titik ke tiga, jarak yang diambil lima hingga enam meter dari lubang yang kedua. Jika ditanya kemungkinan penemuan sumber air di Luweng Pace kami belum bisa memastikan karena masih dalam pencarian,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Divisi Caving Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Giribahana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Joko Sulistyo, kemungkinan untuk mendapatkan sumber air di Luweng Pace tersebut kecil.

Alasannya, secara teknis pencarian dengan cara pencacahan tempat seperti yang dilakukan saat ini justru berpotensi merusak sumber air yang berada di dalam.

“Lokasi Luweng Pace merupakan kawasan karst sehingga jika tidak hati-hati dalam pengeboran justru proses tersebut akan merusak aliran sumber,” jelas dia.

Dia mengatakan, kegagalan pada titik pertama karena pengeboran mengalami water lose, hal tersebut terjadi karena air yang disemburkan ke dalam lubang tersebut menemukan ruang kosong yang lebih besar. Hal tersebut terjadi pada titik yang kedua, lubang yang disemburkan air juga menemukan ruang kosong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: